Selasa, 01 Maret 2016

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina

Cara Mengatasi Anak Susah Makan


Cara Mengatasi Anak Susah Makan


Kenali Permasalahan Kesulitan Makan
Saat anak menolak untuk makan dan disikapi secara keliru oleh orang tua, hal tersebut dapat memicu suasana yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan bagi kedua pihak. Itu sebabnya, niat orang tua dalam memberikan nutrisi terbaik harus diiringi dengan ketelitian melihat kondisi anak.
Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang kerap timbul,
§  Menolak makan
Bagi anak, makan adalah keterampilan yang baru dikuasainya. Mengendalikan yang ingin dia masukkan ke mulut menjadi sangat penting. Tidak heran jika sebagian anak bisa menghabiskan yang disediakan oleh orang tua pada hari pertama, tapi menolak pada keesokan harinya. 
Saran: Anak biasanya memakan apa yang dibutuhkan. Ketika selama satu hari, anak Anda benar-benar menolak makan, jangan hilang kesabaran. Dibandingkan memusingkan diri dengan asupan kalori yang kurang selama hari itu, sebaiknya Anda menghitung asupannya selama satu minggu sebelumnya. Kerap kali orang tua merasa terkejut bahwa asupan makanan anaknya sebenarnya sudah terpenuhi.

§  Hanya memilih makanan tertentu
Bagi anak-anak berusia tiga tahun ke bawah, mengonsumsi makanan padat adalah hal baru. Diperlukan waktu agar mereka terbiasa dengan ragam warna, rasa dan tekstur. Saat ini anak juga belajar untuk mandiri dan memutuskan pilihan sendiri, termasuk makanan apa saja yang masuk ke mulutnya..
Saran : Perkenalkan makanan yang baru secara perlahan. Setelah disajikan beberapa kali, anak biasanya tertarik untuk mengonsumsinya. Sayuran merupakan salah satu jenis makanan yang kerap ditolak anak. Sajikan satu jenis sayuran saja, agar anak tidak kebingungan. Upayakan waktu makan tidak berdekatan dengan waktu tidur, karena rasa lelah juga dapat memengaruhi keengganan anak mencoba makanan baru.

§  Hanya mau makanan cepat saji
Makanan siap saji yang sangat disukai anak biasanya yang mengandung gula atau lemak tinggi, dengan kandungan gizi yang rendah. Seperti, permen, kentang goreng, atau minuman bersoda.
Saran: Jangan menyimpan makanan cepat saji di rumah Anda. Sediakan makanan yang lebih sehat yang dapat lebih mudah diraihnya. Sajikan buah melon dengan campuran yogurt, atau jus buah yang dihiasi stroberi atau irisan pisang di atasnya. Pisang atau ubi yang dikukus juga bisa menjadi alternatif pengganti kentang goreng.

§  Menolak makan setelah kemarin banyak makan
Hal ini sangat umum pada anak usia 12 bulan hingga tiga tahun. Menurut ahli nutrisi, orang tua tidak perlu membesar-besarkan hal ini. Ada kalanya selera makan anak tampak besar, kemudian terjadi sebaliknya di keesokan hari. Hal ini sangat wajar.
Saran: Orang tua sebaiknya menghindari menyiksa diri untuk memaksa anak makan pada saat ini. Tentukan batas waktu untuk anak Anda mengonsumsi makanan yang telah disediakan. Minta anak untuk makan tidak melebihi batas waktu yang telah Anda tentukan.

§  Makan satu jenis makanan saja
Bukan sesuatu yang aneh jika tiba-tiba anak Anda selama beberapa hari atau hitungan minggu, hanya mau makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dia kenali. Hanya saja, pola konsumsi seperti itu sering kali membuat orang tua kebingungan.
Saran: Orang tua sebaiknya tetap tenang dan tetap menawarkan pilihan makanan lain, tanpa memaksa. Untuk anak yang sudah lebih besar, Anda dapat mengatur strategi dengan mengajaknya ke supermarket. Minta dia untuk memilih dua jenis buah, dua jenis sayur, atau satu jenis camilan. Setiba di rumah, ajak dia menyiapkan makanan sebelum mengonsumsinya.

§  Menolak makanan/minuman favorit secara tiba-tiba
Bisa saja sayuran menjadi salah satu jenis makanan yang lahap dimakan si Kecil, namun pada suatu hari dia tiba-tiba menolak. Atau mungkin anak tiba-tiba tidak lagi mau minum susu yang biasa dikonsumsi tiap hari.

Saran: Jangan panik, hal itu mungkin hanya sementara. Namun bisa menjadi masalah, jika orang tua salah menanggapinya. Saat anak menolak hari ini, maka bukan berarti dia tidak akan suka selamanya. Tetap tawarkan makanan yang ditolak anak pada hari berikutnya. Jika anak menolak minum susu, sebaiknya orang tua memberikan asupan gizi yang mengandung susu, seperti yogurt atau keju. Atau jika anak menolak sayur, seimbangkan asupan nutrisi dari buah-buahan untuk sementara.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/

Nisrina Peduli Wanita!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar